Selasa, 13 Desember 2016

Penyebab Ukuran Otak Manusia Berbeda-Beda

Penyebab Ukuran Otak Manusia Berbeda-Beda
Sekilas ukuran kepala manusia tampak sama, tapi ukuran otak manusia berbeda-beda. Otak berkembang seiring dengan pertambahan usia, tapi orang dengan usia yang sama bisa jadi memiliki ukuran otak yang berbeda. Apa penyebab ukuran otak manusia berbeda-beda? Apakah ukuran otak mempengaruhi tingkat kecerdasan manusia?
Secara umum, pria memiliki ukuran otak yang lebih besar daripada wanita. Otak manusia rata-rata beratnya 1.200 g, yaitu sekitar 2 persen dari berat tubuh kita. Laki-laki lebih besar sekitar 100 g setelah memperhitungkan perbedaan dalam berat total tubuh.

Dengan perbedaan tersebut, muncul pertanyaan: apakah ukuran benar-benar penting? Artinya, apakah laki-laki dalam skenario ini memiliki semacam titik yang valid ketika ia mengklaim lebih pintar dengan otaknya yang lebih besar? Sekilas orang mungkin berpikir demikian, karena yang membedakan manusia dari nenek moyang sebelumnya adalah dengan otak kita yang lebih besar. Tetapi jika lebih besar berarti lebih baik, apakah itu berarti kita hanya sedikit lebih pintar dari anjing laut, yang memiliki otak seberat 1.100 g, dan masih terlampau jauh daripada ikan paus yang memiliki otak seberat 7.700 g.
Baca juga: Cara Mudah Agar Otak Lebih Cerdas

Ukuran otak sebagian besar tergantung oleh faktor genetika. Dalam sebuah studi, anak yang kembar identik dan berbagi gen yang sama, serta kembar fraternal yang berbagi sekitar setengah gen yang sama, ada korelasi yang lebih besar dalam ukuran otak antara kembar identik.

Ukuran otak bisa jadi berukuran sama pada saat lahir, tapi faktor lingkungan juga berperan dalam perkembangan otak. Pada umur lima tahun pertama, otak berkembang mencapai sekitar 95% dari volume dewasa. Koneksi saraf yang terjadi pada bayi di tahun pertama atau lebih adalah koneksi yang akan dijalani selama sisa hidup mereka, tetapi bukti terbaru menunjukkan bahwa perkembangan otak di daerah tertentu akan terus berkembang selama masa remaja.
Baca juga: Menu Sarapan Pagi yang Baik untuk Otak

Para peneliti telah menghubungkan pertumbuhan otak tiba-tiba dan tidak proporsional selama tahun pertama kehidupan dengan autisme, menunjukkan bahwa pertumbuhan yang terlalu cepat mencegah anak membuat koneksi yang memandu perilaku normal. Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja dengan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) memiliki otak yang 3%-4% lebih kecil daripada rata-rata mereka yang tidak menderita ADHD. Para ilmuwan juga mengungkapkan bahwa otak menyusut seiring dengan usia, meskipun fungsi kognitif mungkin tetap tidak berubah.

Tapi pertanyaan yang semua orang ingin tahu adalah apakah ada hubungan antara otak besar dan IQ tinggi? Apakah otak lebih besar lebih baik?

Antropolog telah lama menggunakan volume interior tengkorak dan membandingkannya terhadap ukuran tubuh untuk memperkirakan kecerdasan secara kasar. Karena teknik pencitraan otak telah berkembang, pengukuran otak yang sebenarnya bisa lebih presisi. Tapi apakah ukuran atau neuron yang perlu kita ukur?

Meskipun rata-rata pria dianggap memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan perempuan, bukan berarti hal ini terjadi pada setiap orang. Jika seseorang ingin mendapatkan kecerdasan, ia harus melatih otaknya agar bekerja lebih maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa otak bekerja dan berkembang sesuai dengan kapasitasnya, bagaimana ia digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon