Sabtu, 09 September 2017

Dampak Memasak Makanan Menggunakan Microwave

Dampak Memasak Makanan Menggunakan Microwave
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa perbedaan ketika memasak makanan menggunakan panas api dengan panas microwave? Semua pasti setuju memasak menggunakan oven microwave sangatlah memudahkan pekerjaan. Memasak makanan dengan waktu yang sangat singkat dan praktis, tapi tentu ada dampak yang ada. Apa dampak memasak makanan dengan microwave terhadap makanan yang kita makan?

Beberapa pihak percaya bahwa gelombang mikro dapat menyebabkan kanker dan merusak nutrisi dalam makanan. Dengan demikian, apakah ada efek negatif jika memasak menggunakan gelombang mikro? Apakah nutrisi dalam makanan akan hilang?

Kita perlu memahami bagaimana gelombang mikro bekerja. Gelombang mikro didukung oleh magnetron (bukan megatron dari film Transformer), yang sebenarnya adalah sebuah mekanisme untuk mengubah listrik menjadi energi gelombang pendek. Gelombang mikro secara selektif menargetkan molekul air dalam makanan, menyebabkannya bergetar dan melepaskan panas dengan cepat. Dengan kata lain, berfungsi untuk memanaskan makanan.
Baca juga: Manfaat Banyak Minum Air Putih

Dampak Memasak Makanan Menggunakan Microwave
Bagian-bagian dan Cara kerja Oven Microwave

Penting untuk diingat bahwa hampir semua metode memanaskan makanan, termasuk memasak konvensional dapat menghancurkan nutrisi di dalamnya, dan setiap metode juga bisa mengubah rasa dan kandungan nutrisinya. Tiga faktor dasar dalam memasak adalah suhu, waktu dan kelembaban. Secara umum, nutrisi dalam makanan akan stabil terhadap panas kecuali makanan tersebut terendam dalam air. Sebagian besar sayuran memiliki kandungan air yang tinggi secara alami, sehingga Anda biasanya tidak perlu menambahkan air saat memasak sayuran di microwave.

Jadi, darimana anggapan bahwa gelombang mikro membunuh nutrisi dalam makanan? Sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar nutrisi pada brokoli hilang akibat microwave. Namun, para peneliti tidak hanya memanaskan brokoli di microwave. Mereka menambahkan air ke dalamnya, yang menghancurkan nutrisi dalam sayuran tersebut. Hal ini juga membuatnya basah dan hambar.

Bukti lebih lanjut yang melibatkan air dalam kerusakan nutrisi berasal dari penelitian baru-baru ini yang mengamati efek berbagai metode memasak pada 20 sayuran berbeda dalam hal kapasitas antioksidan. Hasilnya adalah bahwa pemanasan mendidih dan tekanan menyebabkan kerusakan terbesar, sementara metode memasak kering seperti microwave dan panggang merusak lebih sedikit kandungan nutrisi.

Penelitian lain mendata lebih dari 100 studi tentang dampak memasak terhadap nutrisi sayuran dan menemukan bahwa mengukus bisa menjadi teknik pemanasan yang optimal untuk sayuran, dengan asumsi tidak berhubungan dengan bahan masakan (air atau minyak) selama proses mengukus. Tampaknya air, bukan microwave, yang menjadi masalah yang mempengaruhi kadar nutrisi dan gizi dalam makanan yang dimasak dalam microwave. Meskipun ada data yang mendukung gagasan bahwa gelombang mikro merusak nutrisi dalam makanan, ada bukti yang menunjukkan bahwa hal ini dapat mengubah rasa.

Pertimbangan lain yang penting tentang gelombang mikro adalah bahwa hasil memanaskan makanan dalam microwave memiliki tingkat kematangan yang tidak merata. Gelombang mikro menembus makanan sampai kedalaman 1-1,5 inci, sedangkan bagian makanan yang lebih dalam makanan mengalami pemanasan secara konduksi dari luar. Kita dapat memaksimalkan pemerataan dengan mengaduk makanan atau membalik secara berkala. Ingat, kita memerlukan sedikit kelembaban dalam microwave karena sedikitnya proses penguapan selama proses memasak.

Meskipun oven microwave sering menjadi yang disalahkan, namun ternyata juga banyak dimanfaatkan di sebagian besar rumah tangga. Microwave telah membuat dampak besar pada masyarakat untuk kenyamanan, tetapi tetap harus digunakan dengan benar. Karena memang kenyataannya gelombang mikro tidak merusak nutrisi dan gizi dalam makanan, asalkan digunakan secara tepat.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon