Senin, 25 September 2017

Cara Mengatasi Insomnia pada Remaja

Cara Mengatasi Insomnia pada Remaja
Tubuh pada anak-anak remaja masih dalam tahap perkembangan dan membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa, paling sedikit di atas 9 jam per malam. Kita tahu bahwa ketika siklus tidur alami terganggu, gejala yang berhubungan dengan insomnia terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang tergantung jenisnya. Itulah sebabnya remaja harus tidur cukup untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat.

Insomnia adalah gangguan tidur yang sangat umum. Ketika seorang remaja tidak mendapatkan cukup tidur sepanjang hari, ia menderita kurang tidur atau insomnia. Jika remaja menderita insomnia, ia akan menderita kelelahan konstan, yang dapat meningkat menjadi komplikasi kesehatan lebih lanjut. Insomnia bisa bersifat jangka pendek atau konstan.

Insomnia akut, atau yang bersifat jangka pendek, adalah bentuk insomnia yang paling umum. Peristiwa sehari-hari seperti stres karena ujian, beban pekerjaan, tekanan keluarga atau peristiwa traumatis dan kejadian mengejutkan lain bisa memicunya. Ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Insomnia kronis bisa berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan lebih lama lagi. Dalam kebanyakan kasus, insomnia kronis adalah pertanda adanya masalah kesehatan lainnya yang tidak diketahui seperti konsumsi obat tertentu, kondisi medis, atau bahkan beberapa zat bisa menyebabkan insomnia.
Baca juga: Efek Buruk Akibat Kurang Tidur Bagi Kesehatan

Insomnia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan masalah lainnya pada remaja seperti depresi, mudah tersinggung, kurang energi, merasa lemah, kantuk, badan selalu lelah, dan sakit kepala yang konstan. Selain itu juga bisa muncul rasa sulit dalam mengingat hal-hal atau bahkan berbicara, kurang perhatian dan bahkan tidak tertarik dalam kejadian sosial di sekitarnya.

Masalah fisik dan psikologis yang sebenarnya bisa menjadi masalah primer atau sekunder akibat kurang tidur dan insomnia pada orang dewasa muda.

PENYEBAB INSOMNIA PADA REMAJA
Remaja, inilah saat mereka berada pada kondisi perubahan dari anak kecil menjadi dewasa. Konflik yang terjadi dalam pikirannya memberikan pengaruh besar pada kondisi tubuhnya. Dia mungkin menderita emosi dan kebingungan selama bertahun-tahun, yang menyebabkan tekanan luar biasa pada otaknya. Dengan begitu banyak hal yang terjadi, wajar bila remaja merasa sulit untuk tertidur. Berikut adalah beberapa penyebab yang dapat menyebabkan insomnia pada remaja:
  • Kebiasaan buruk
  • Diet yang buruk
  • Kurangnya tuntunan
  • Tekanan batin
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Perubahan yang terkait dengan kehidupan keluarga
  • Gangguan tidur lain seperti sleep apnea

Perlu diingat bahwa insomnia adalah sederet gejala dan biasanya bukan akar penyebab masalah, melainkan indikator dari sesuatu yang lain terjadi dalam kehidupan remaja.

GEJALA-GEJALA INSOMNIA PADA REMAJA
Tanda dan gejala insomnia pada remaja sudah sering terjadi daripada yang mungkin Anda bayangkan. Hanya saja bagian insomnia yang paling berbahaya adalah kaitannya dengan depresi. Berikut adalah beberapa gejala umum pada remaja yang terjangkit insomnia:
  • Mudah tersinggung adalah salah satu tanda insomnia yang paling umum namun sering salah ditafsirkan sebagai perilaku remaja biasa.
  • Mengeluh bahwa dia tidak dapat tertidur atau bangun terlalu sering selama tidur.
  • Tidak peduli berapa banyak tidur, ia akan selalu merasa lelah, pusing atau lemah dan ingin berbaring dan beristirahat terus.
  • Mulai menjadi canggung dan merasa sulit berkonsentrasi pada apapun dan juga tidak bisa mengingat banyak hal.
  • Perubahan suasana hati yang parah di masa remaja, mulai dari yang pendiam, sedih, agresif, keras dan asertif.
  • Perubahan pola makan, tiba-tiba mulai banyak makan atau tidak mau makan sama sekali.
  • Malas belajar atau bekerja dan melakukan aktivitas fisik lain.
Baca juga: Dampak Positif Langsung Tidur Setelah Belajar

CARA MENGATASI INSOMNIA PADA REMAJA YANG TIDAK BISA TIDUR
Sebelum dokter dapat mengobati insomnia, dia harus mendiagnosisnya dan pada saat yang sama menentukan akar atau penyebab utama masalah tidur. Bagi remaja pengobatan lini pertama adalah pengaturan tidur.

Pengaturan tidur termasuk mengatur jam tidur, mengurangi asupan kafein atau gula dalam minuman atau makanan sebelum tidur, menciptakan waktu relaksasi atau transisi antara aktivitas dan tidur, menghilangkan gangguan seperti televisi, game dan penggunaan komputer saat akan tidur, mengatur diet dan olahraga.

Dalam banyak kasus membuat pengaturan jadwal tidur reguler dan rutinitas lainnya dapat dengan cepat meredakan gejala insomnia. Bila masalah berakar lebih dalam maka harus melibatkan dokter untuk melakukan terapi yang lebih agresif bersamaan dengan pengaturan tidur. Jika tidak diobati atau tidak terdiagnosis, insomnia pada remaja bisa berubah menjadi insomnia kronis saat ia dewasa.

Umumnya proses terapi insomnia antara lain:

Dokter pertama-tama akan mengidentifikasi pengaruh yang menyebabkan gangguan tidur. Bisa jadi satu faktor tertentu atau gabungan berbagai faktor. Dokter mungkin perlu menilai setiap faktor untuk memahami faktor yang paling penting.

Mengubah gaya hidup dapat membantu mencegah dan menghentikan insomnia jangka pendek, yang membantu remaja tertidur. Dokter mungkin menyarankannya untuk tidak mengkonsumsi makanan manis seperti cola, soda, dan makanan manis ketika sudah sore hari. Selain itu juga direkomendasikan mengurangi olahraga dan makan berat setidaknya lima sampai enam jam sebelum tidur.
Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Makan Sebelum Tidur

Jika remaja mengalami insomnia sedang atau kronis, dokter mungkin merekomendasikan terapi perilaku kognitif. Terapi ini menargetkan berbagai pemikiran dan tindakan yang bisa mengganggu tidur pada remaja. Terapi ini akan mendorongnya menuju pemikiran positif yang bisa memicu tidur.

Setelah itu dokter mungkin meresepkan obat tergantung pada tingkat keparahan kondisi insomnia.

Insomnia adalah masalah yang cukup umum yang bisa diselesaikan dengan perubahan dan perawatan tepat waktu. Orang tua harus peka dan paham tanda-tanda insomnia pada remaja, karena jika terlambat insomnia akan memasuki tahap kronis dan bisa berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan ketika dewasa.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon