Senin, 25 April 2016

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil - Ketika Anda sedang mengandung, segala sesuatu yang Anda makan dan minum bisa mempengaruhi kesehatan kandungan, bahkan dampaknya bisa selamanya. Seorang ibu hamil haruslah memilih menu makanan dan minuman sehari-hari yang sehat, serta tidak menimbulkan resiko bagi bayi yang sedang berkembang. Itulah sebabnya terdapat makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil.

Untuk memastikan ibu hamil mengkonsumsi makanan sehat, ada baiknya jika semua menu dimasak sendiri. Ibu hamil bisa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak, daging rendah kalori atau biji-bijian. Tapi ada juga bahan alami yang sebaiknya dihindari ketika hamil. Berikut adalah makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang hamil.

Makanan daging hewani yang dimasak kurang matang seperti tiram, kerang, sushi, telur yang tidak dipasteurisasi, adonan kue yang tidak dimasak dengan baik, kemungkinan besar mengandung bakteri, virus, dan parasit. Untuk mengurangi risiko penyakit, pastikan memasak makanan dengan sempurna, pilih hewan unggas dan ikan yang sehat, masak telur sampai tidak lagi berair. Hal ini cukup sederhana tapi bisa menimbulkan dampak yang besar untuk kondisi kehamilan.

Baca juga: Cara Aman dan Mudah Melebatkan Rambut Bayi

Ada juga daging olahan dan seafood setengah matang seperti salmon, trout, cod, tuna, atau makarel yang mengandung listeria monocytogenes, sebuah bakteri yang menyebabkan listeriosis yang dapat mengakibatkan ibu hamil keguguran, janin mati, atau masalah kesehatan serius lainnya. Seafood aman dikonsumsi ketika dimasak dengan baik. Hindari juga produk susu mentah yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Daging yang dimasak setengah matang

Bebrapa jenis ikan laut tertentu seperti ikan todak, hiu, tilefish, dan king mackerel mengandung konsentrasi merkuri yang lebih tinggi, dibandingkan dengan ikan lainnya. Mercuri adalah hasil dari pembakaran batu bara yang mengganggu perkembangan normal dari otak dan sistem saraf anak yang sedang berkembang.

Baca juga: Cara Mudah Agar Otak Lebih Cerdas

Ibu hamil dan menyusui bisa mengkonsumsi makanan laut rendah merkuri sampai 12 ons per minggu, termasuk ikan salmon, udang, tuna, sarden, nila, dan lele.
Ikan yang ditangkap di sungai, danau, dan kolam juga bisa saja mengandung polutan industri yang mempengaruhi sistem saraf berkembang.

Terlepas dari kehamilan, semua orang tidak disarankan untuk makan sayuran kecambah secara mentah, termasuk semanggi, lobak, alfalfa dan kecambah kacang hijau. Hal ini disebabkan bakteri dapat masuk ke bibit kecambah sehingga sangat sulit dibersihkan. Oleh karena itu, kecambah harus dimasak benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Berbagai macam jenis kecambah


Dampak minuman beralkohol tidak hanya buruk bagi kesehatan janin tapi juga sang ibi. Minuman beralkohol menghambat oksigen dan nutrisi dari sel yang sedang berkembang, yang juga menghambat perkembangan janin normal. Efek paparan alkohol dalam rahim bisa berdampak pada kurangnya kemampuan intelektual dan pertumbuhan fisik yang permanen. Tidak ada tingkat aman mengkonsumsi alkohol selama kehamilan, jadi segala asupan yang mengandung alkohol harus dihindari.

Kafein dari kopi, teh, minuman ringan, minuman energi, dan minuman lain dapat meningkatkan risiko keguguran, mengurangi berat badan saat lahir, dan kematian janin. Konsumsi kafein dibatasi hanya sampai 200 miligram per hari.

Suplemen dan teh herbal bebas kafein memang baik untuk kesehatan, tapi belum ada studi tentang keamanan obat herbal, termasuk konsumsi suplemen selama kehamilan. Sebaiknya ibu hamil menghindarinya atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep herbal dan suplemen yang aman bagi kehamilan.

Jika Anda, suami, atau salah satu dari anak Anda memiliki alergi, bayi yang ada dalam kandungan Anda kemungkinan besar juga memiliki alergi yang sama. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menghindari makanan penyebab alergi tertentu selama kehamilan dan saat menyusui untuk mengurangi dampak alergi pada anak yang rentan.

Ketika mengandung biasanya ibu hamil disarankan makan dengan porsi lebih banyak, tapi bukan berarti Anda juga perlu mengkonsumsi dua kali kalori. Berat badan berlebih ketika hamil dapat mengancam kesehatan Anda, dan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan anak dalam kandungan Anda.

Baca juga: Penyakit-Penyakit Akibat Kelebihan Berat Badan

Pada trimester kedua, Anda bisa menambahkan jumlah kalori per hari, dan begitu juga pada trimester ketiga. Tapi jika Anda kelebihan berat badan, atau jika tingkat aktivitas fisik Anda turun, Anda mungkin perlu lebih sedikit kalori selama kehamilan. Namun, kehamilan bukanlah waktu untuk menurunkan berat badan. Tanyakan kepada dokter mengenai tingkat konsumsi kalori yang tepat untuk kondisi tubuh Anda.

Anda tetap bisa mengkonsumsi untuk camilan seperti es krim, keripik, dan kue selama kehamilan, tetapi penting untuk memilih makanan yang benar-benar memiliki manfaat ganda dengan memberikan tambahan kalori yang Anda butuhkan, serta nutrisi tambahan yang memaksimalkan perkembangan bayi Anda.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon