Sabtu, 03 Oktober 2015

Dampak Konsumsi Antibiotik Terhadap Kesehatan Mata

Dampak Konsumsi Antibiotik Terhadap Kesehatan Mata
Dampak Konsumsi Antibiotik Terhadap Kesehatan Mata - Hampir semua jenis antibiotik selalu dilengkapi dengan peringatan efek samping, tapi sebagian besar sangat jarang atau efek yang cukup kecil. Efek samping ini dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh kita, mulai dari kulit hingga sistem saraf pusat. Tidak terkecuali dengan mata, banyak antibiotik dapat memiliki efek samping terhadap penglihatan. Sebagian besar bersifat sementara berupa mata menjadi kemerahan, gatal, atau kering, tetapi ada yang secara permanen dapat merusak penglihatan Anda.


Umumnya akan dicantumkan peringatan untuk obat yang memiliki efek samping yang berpotensial parah, yang mengharuskan dokter mempertimbangkan dengan hati-hati sebelum memberikan resep kepada pasien. Jenis obat ini harus digunakan hanya ketika potensi manfaat obat tersebut lebih besar daripada risiko efek samping yang ditimbulkan, dengan kata lain sebagai upaya terakhir. Ketika berbicara mengenai efek samping yang serius terkait dengan penglihatan, kelas antibiotik yang disebut dengan nama fluoroquinolones memiliki banyak peringatan.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik

Ada beberapa jenis fluoroquinolones yang tersedia di pasaran terutama di Amerika dan Eropa, salah satunya levaquin, ciprofloxacin, levofloxacine dan moksifloksasin. Mungkin terbesit dalam pikiran kita, jika obat dengan peringatan yang seharusnya digunakan dengan hati-hati, mengapa antibiotik fluoroquinolones sangat populer? Hal ini dikarenakan adanya salah satu antibiotik yang umum di dunia kedokteran yaitu overprescription. Itulah sebabnya pihak yang berwenang telah mendesak dokter untuk mengurangi resep fluorokuinolon kecuali dalam kasus-kasus yang paling mendesak, karena dapat meningkatkan resistensi antibiotik dan terjadinya efek samping yang terhadap mata.

Ablasi retina adalah efek samping yang paling umum dari fluoroquinolones. Memang masih jarang terjadi, tapi sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi fluoroquinolones memiliki risiko lima kali lebih besar terkena penyakit tersebut. Ablasi retina dapat diobati dengan operasi tetapi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Ada juga risiko pendarahan retina, yang juga dapat merusak penglihatan secara permanen pada kasus yang parah jika tidak segera diobati.

Hal ini masih belum cukup jelas mengapa antibiotik bisa merusak mata. Antibiotik memang jelas menyebabkan kerusakan kolagen dan jaringan ikat di dalam mata, namun para peneliti tidak yakin persis bagaimana sebab pastinya. Ancaman komplikasi ini meningkat seiring dengan pertambahan usia, dan umumnya terkait dengan pengobatan oral dan suntik, bukan obat topikal.

Beberapa kelas antibiotik lainnya telah diketahui menyebabkan reaksi kecil pada mata. Penisilin yang terdiri dari amoksisilin dan ampisilin, serta tetrasiklin kadang-kadang menyebabkan mata kemerahan, gatal dan kering. Etambutol dan isoniazid, dua obat TBC bisa memicu masalah saraf mata yang menyebabkan penglihatan kabur dan masalah dengan penglihatan warna tertentu. Sebagian besar reaksi ini bersifat sementara dan akan menghilang setelah penghentian konsumsi antibiotik.

Meskipun demikian, antibiotik juga memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kesehatan. Jika manfaat yang didapatkan lebih besar daripada efek samping yang ditimbulkan, antibiotik dapat dikatakan positif. Perlu diingat bahwa Anda harus menghubungi dokter ahli yang dapat memberikan resep yang tepat untuk Anda.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon