Senin, 08 Juni 2015

Penyebab dan Perawatan Telinga Berdengung

Penyebab dan Perawatan Telinga Berdengung
Banyak orang tanpa disadari mendengar sesuatu yang berdengung, mendesis, atau berdenting di telinga mereka. Suara ini biasanya berlangsung hanya beberapa menit. Gejala telinga berdengung ini akan mengganggu jika sering terjadi. Dengung di telinga yang tidak kunjung hilang disebut dengan penyakit Tinnitus. Anda mungkin mendengar suara, seperti dering atau dengung, yang tidak berasal dari lingkungan sekitar Anda, tidak ada orang lain yang mendengarnya. Suara ini biasanya sesuai dengan detak jantung Anda, mungkin mengikuti pernapasan, konstan, atau mungkin muncul dan hilang begitu saja. Tinnitus adalah penyakit yang umum diderita orang tua mulai usia 40 tahun. Penyakit telinga ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita.

Ada dua jenis utama dari tinnitus.

  • Tinnitus denyut (seperti detak jantung), jenis tinnitus yang sering disebabkan oleh suara yang dibuat oleh gerakan otot di dekat telinga, perubahan di saluran telinga, atau masalah aliran darah (vaskular) di wajah atau leher. Anda mungkin mendengar suara seperti detak anda sendiri atau kontraksi dari otot-otot Anda.
  • Tinnitus tanpa denyut, disebabkan oleh masalah pada saraf yang berhubungan dengan pendengaran. Penderitanya bisa mendengar suara di salah satu atau kedua telinga. Kadang-kadang jenis tinnitus ini tergambar seperti muncul dari dalam kepala.
Penyebab dan Perawatan Telinga Berdengung
Bagian-bagian telinga

Penyebab paling umum dari tinnitus adalah gangguan pendengaran yang terjadi seiring dengan penuaan, tetapi juga dapat disebabkan oleh aktivitas di sekitar sumber suara keras. Tinnitus dapat terjadi termasuk semua jenis gangguan pendengaran dan bisa menjadi gejala dari hampir semua gangguan telinga. Kemungkinan penyebab lain dari tinnitus meliputi:
  • Penumpukan kotoran telinga.
  • Obat-obatan, terutama antibiotik atau aspirin dalam dosis besar.
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol atau kafein dalam jumlah tinggi.
  • Infeksi telinga atau gendang telinga pecah.
  • Masalah gigi atau lainnya yang mempengaruhi mulut.
  • Cedera, misalnya karena pukulan langsung ke telinga atau kepala.
  • Cedera pada telinga bagian dalam setelah operasi atau terapi radiasi pada kepala atau leher.
  • Perubahan yang cepat dalam tekanan lingkungan.
  • Penurunan berat badan yang drastis karena kekurangan gizi atau diet yang berlebihan.
  • Melakukan aktivitas atau kegiatan dengan leher dalam posisi hyperextended (posisi tidak normal, seperti menunduk karena terlalu banyak membaca buku).
  • Masalah aliran darah, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Masalah saraf (gangguan neurologis), seperti multiple sclerosis atau sakit kepala migrain.

Kebanyakan gejala tinnitus atau telinga berdengung muncul dan hilang tidak memerlukan perawatan medis. Anda mungkin perlu menemui dokter jika tinnitus terjadi dengan gejala lainnya, semakin parah, atau hanya terjadi pada satu telinga.

Perawatan dan Pengobatan Telinga Berdengung
Tips berikut dapat membantu Anda mengurangi gejala telinga berdengung:
  • Mengurangi atau berhenti mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan kafein.
  • Berhenti merokok dan menghindari produk tembakau tanpa asap karena kandungan Nikotin akan membuat tinnitus semakin parah dengan menghambar aliran darah ke struktur telinga.
  • Batasi penggunaan aspirin, produk yang mengandung aspirin, dan obat-obatan lainnya. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan obat tertentu.
  • Berolahraga secara teratur karena dapat meningkatkan aliran darah ke struktur telinga. Tapi hindari olahraga yang terlalu lama, seperti naik sepeda yang membuat leher Anda dalam posisi hyperextended (terlalu tertarik).
Lakukan langkah-langkah di atas sambil menunggu untuk melihat apakah telinga berdengung sudah hilang. Jika dokter mnyatakan bahwa tinnitus yang diderita akan lama, cobalah metode ini untuk mengatasi kebisingan konstan:
  • Hindari paparan suara yang menyebabkan telinga Anda berdengung. Jika Anda tidak dapat menghindarinya, gunakan penutup telinga.
  • Cobalah untuk mengabaikan suara dengan mengarahkan perhatian Anda ke hal-hal lainnya.
  • Berlatih teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga. Stres dan kelelahan dapat membuat tinnitus memburuk.
  • Ruangan yang terlalu tenang bisa jadi malah membuat tinnitus semakin mengganggu. Suara-suara yang lembut dapat mengurangi dengung yang Anda dengar. Memutar musik atau lagu-lagu ketika Anda mencoba untuk tidur atau kapan saja saat Anda di tempat yang terlalu tenang dapat menurunkan tingkat gangguan tinnitus. Anda juga dapat mencoba menggunakan kipas, atau peralatan lain yang membuat suara menenangkan seperti gelombang laut.
  • Konsumsi obat herbal suplemen ginkgo biloba. Beberapa studi menunjukkan bahwa hal herbal ini dapat membantu meringankan tinnitus.
Penyebab dan Perawatan Telinga Berdengung
Pelindung telinga dari suara keras

Ada beberapa gejala yang harus diperhatikan selama Anda melakukan langkah-langkah perawatan. Hubungi dokter jika hal-hal di bawah ini terjadi:
  • Gejala yang berkembang terkait dengan kerusakan saraf, seperti kehilangan koordinasi atau mati rasa, atau kelemahan pada satu sisi wajah atau salah satu sisi tubuh.
  • Muncul gangguan lainnya, seperti gangguan pendengaran yang signifikan, vertigo, kehilangan keseimbangan, mual atau muntah.
  • Tinnitus hanya menyerang ke salah satu telinga.
  • Gangguan pendengaran menjadi lebih buruk setelah cedera telinga tertentu dan tak kunjung membaik.
  • Telinga berdengung terjadi terus-menerus selama lebih dari seminggu.
  • Gejala yang lebih parah atau lebih sering.

Pencegahan Telinga Berdengung
Mencegah lebih baik daripada mengobati, pepatah ini ditujukan untuk semua penyakit, termasuk telinga berdengung. Kita mungkin dapat mencegah penyakit telinga berdengung sebelum terjadi dengan cara:
  • Membatasi atau menghindari paparan suara keras, seperti musik, alat-alat listrik dan mesin industri.
  • Mengenakan penutup telinga jika Anda tidak dapat menghindari suara keras. Jangan gunakan tisu atau kapas karena tidak melindungi secara maksimal terhadap suara keras, terutama terhadap frekuensi tinggi yang lebih berbahaya serta dapat menyebabkan suara bersarang di saluran telinga.
  • Hati-hati ketika menggunakan headphone stereo. Jika musik terlalu keras hingga orang lain bisa mendengarnya dengan jelas, atau Anda tidak dapat mendengar suara orang lain di sekitar Anda, berarti volumenya terlalu tinggi dan beresiko merusak bagian telinga.
  • Mengurangi atau berhenti mengkonsumsi segala bentuk alkohol dan kafein.
  • Hindari merokok.
  • Berolahraga secara teratur. Lakukan gerakan-gerakan sederhana yang tidak memberikan beban berlebih pada bagian sekitar telinga seperti kepala dan leher.
  • Menjaga berat badan sehat. Telinga berdengung lebih sering terjadi pada orang dewasa yang obesitas atau kegemukan.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon