Senin, 22 Juni 2015

Cara Kerja Pil KB

Cara Kerja Pil KB
Pil KB atau pil kontrasepsi, merupakan terobosan teknologi kimia modern. Ini adalah bentuk yang paling populer dari pengendalian kelahiran di banyak negara. Saat ini, penggunaan pil KB legal, diterima budaya, terjangkau dan dapat diandalkan. Konsumsi pil KB dapat dimanfaatkan untuk mengontrol jumlah penduduk.

Pil ini cukup sederhana. Seorang wanita mengambil satu pil pada waktu yang sama setiap hari selama 21 hari. Lalu ia mengambil pil inert atau lembam (plasebo yang dimaksudkan untuk menjaganya di rutinitas minum pil setiap hari) atau tidak meminumnya selama tujuh hari ketika ia menstruasi. Karena hormon dalam pil menjaganya dari berovulasi, dia tidak akan hamil.

Sebenarnya, ada kasus beberapa wanita yang mengkonsumsi pil KB dan tetap bisa hamil. Ada wanita mengalami efek samping yang sangat tidak menyenangkan hingga mereka harus beralih ke jenis pil lain atau berhenti minum sama sekali.

Siklus Hormonal Menstruasi
Pil KB mencegah wanita hamil karena siklus menstruasi dikendalikan oleh perubahan hormon dalam tubuh.
Meskipun jangka waktu sebenarnya dapat bervariasi, siklus menstruasi umumnya 28 hari dan mengikuti tahapan dasar yang semuanya dipicu oleh pelepasan hormon yang berbeda.

Pertama, kelenjar pituitari mengirimkan follicle-stimulating hormone (FSH). Sama seperti namanya, FSH merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh. Folikel melepaskan hormon estrogen, yang memicu reaksi berantai. Estrogen memicu kelenjar pituitari untuk mensekresikan gonadotropin-releasing hormone (GnRH), yang pada gilirannya memicu kenaikan sekresi hormon luteinizing (LH). Umumnya, salah satu folikel ovarium mendominasi yang lain dalam ukuran dan pertumbuhan. Estrogen dan Luteinizing terus meningkat, yang mendorong rahim untuk membangun endometrium yang membuat lapisan rahim menebal.

Kenaikan Luteinizing menyebabkan folikel dominan lebih matang menjadi sel telur, sedangkan folikel yang tidak matang akan larut. Pelepasan telur dari ovarium (proses yang disebut ovulasi) dan memasuki tuba fallopi. Jika sel telur terletas dan berjalan tanpa dibuahi, sel telur akhirnya larut. Jika muncul sel laki-laki, sel telur dapat dibuahi di tuba falopi. Kemudian berjalan ke dalam rahim dan implan di endometrium. Setelah telur dilepaskan, struktur dalam ovarium dikenal sebagai korpus luteum menghasilkan hormon seperti progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini membantu membuat endometrium sesuai untuk implantasi dan menyebabkan perubahan telur dalam rahim untuk mendukung pertumbuhan telur.
Cara Kerja Pil KB
Jenis-jenis pil KB


Hubungan Hormon dan Pil KB
Hormon-hormon dalam pil KB, progestin (tiruan progesteron) dan estrogen, mengurangi pelepasan GnRH, dan karena itu melepaskan FSH dan LH. Hal ini membatasi folikel tumbuh dan mencegah sel telur dari tumbuh dan melepaskan dari dari ovarium. Pada dasarnya, hormon sintetis ini mengelabui ovarium dengan membuatnya seolah-olah sel telur sudah dilepaskan. Endometrium masih berkembang di dalam rahim dan dilepaskan, tetapi ini dikenal sebagai periode penarikan, reaksi tubuh terhadap penarikan siklus hormonal yang normal. Inilah sebabnya mengapa saat periode minum pil biasanya waktunya lebih pendek, korpus luteum tidak bisa tumbuh kecuali ovarium telah melepaskan sel telur. Progestin juga dapat membuat sel laki-laki lebih sulit untuk masuk ke tuba falopi dengan membuat lendir lebih tebal.

Pil KB tidak benar-benar menghentikan pelepasan GnRH atau hormon lainnya. Ini merupakan perbedaan penting, meskipun tidak umum beberapa wanita yang minum pil KB masih dapat ovulasi dan hamil. Paling sering disebabkan karena tidak meminum pil pada waktu yang sama setiap hari atau melewatkan jadwal. Secara umum, pil harus diambil secara konsisten dan teratur untuk menjaga keseimbangan hormon yang tepat. Beberapa perempuan juga mengalami hormon mereka tidak cocok dengan bahan sintetis yang digunakan dalam pil KB dan mereka masih bisa hamil. Di antara perempuan yang memakainya dengan benar, tingkat kegagalan pil sekitar 0,3 %.

Efek Samping Pil KB
Selain mencegah kehamilan, pil KB dapat menimbulkan bberapa efek samping, ada yang negatif, ada juga yang positif. Efek samping yang paling umum dari pil KB adalah perdarahan atau bercak saat awal aktif minum pil KB. Hal ini disebabkan perubahan kadar hormon, tubuh harus menyesuaikan diri dan setelah beberapa bulan akan terbiasa.

Efek samping minum pil KB yang umum lainnya antara lain:
  • mual
  • sakit kepala
  • nyeri pada payudara
  • jerawat
  • penurunan libido
  • depresi
  • murung
  • berat badan meningkat
Banyak dari gejala-gejala ini disebabkan oleh estrogen dalam pil KB. Kadang-kadang efek samping ini hilang setelah beberapa siklus, tetapi jika tidak mungkin perlu berganti ke resep yang berbeda.

Pil KB juga membawa beberapa risiko yang lebih serius, meskipun jarang terjadi. Minum pil KB meningkatkan risiko seorang wanita dari tekanan darah tinggi, pembekuan darah, stroke, serangan jantung, tumor hati dan batu empedu. Beberapa kondisi ini bisa berakibat fatal, tetapi risiko mengalaminya sangat rendah.

Seorang wanita lebih beresiko jika dia kelebihan berat badan, berusia lebih dari 35 tahun, merokok, memiliki penyakit diabetes atau sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Beberapa penelitian telah meneliti hubungan antara minum pil KB dengan peningkatan risiko kanker payudara dan leher rahim, sementara ada juga pendapat yang tidak menunjukkan peningkatan risiko. Teori terbaru adalah bahwa peningkatan risiko bersifat sementara dan hanya terjadi dalam lima tahun pertama minum pil KB.

Tetapi pil KB juga dapat mengurangi risiko kanker. Sebuah studi dalam jurnal medis menunjukkan bahwa semakin lama seorang wanita mengkonsumsi pil KB, semakin rendah risiko kanker ovarium.

Bagi banyak wanita sehat tanpa risiko penyakit, manfaat minum pil KB cenderung lebih besar daripada risikonya. Perempuan yang minum pil KB cenderung menstruasi lebih ringan, lebih sedikit dan kurang menyakitkan. Pil dapat memperbaiki menstruasi yang tidak teratur, mengurangi kekurangan zat besi (seperti kurang darah saat menstruasi) dan mengurangi risiko kista jinak di payudara atau indung telur.

Tapi perlu diperhatikan, Anda harus berkonsultasi dengan ahli medis untuk menemukan resep pil KB yang tepat untuk Anda.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon