Selasa, 07 April 2015

Efek Minuman Beralkohol bagi Kesehatan Tubuh

Efek Minuman Beralkohol bagi Kesehatan Tubuh
Penyalahgunaan alkohol dan gangguan kecemasan muncul bersama-sama dalam sebuah hubungan yang sangat kusut. Ada tingkat yang cukup tinggi antara kedua jenis gangguan kesehatan ini: Jika seorang pasien sering menyalahgunakan alkohol maka kemungkinan besar ia akan menderita gangguan kecemasan. Tapi alkohol tidak selalu menjadi penyebabnya, kadang-kadang bisa menjadi situasi yang saling bertolak belakang karena satu gangguan cenderung menyebabkan gangguan yang lain. Bahkan bisa membuat gangguan lain menjadi lebih buruk.

Banyak orang menderita gangguan kecemasan, sehingga berpotensi menjadi penyakit mental yang paling umum. Orang dengan gangguan kecemasan sebagian besar memiliki masalah narkoba dan alkohol, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gangguan kecemasan.

Kebanyakan orang dengan gangguan kecemasan atau masalah alkohol hanya memiliki satu masalah, tapi sekitar 20 persen orang dengan gangguan kecemasan juga memiliki gangguan alkohol atau penyalahgunaan zat adiktif, dan persentase yang sama dari orang dengan gangguan penyalahgunaan alkohol atau zat adiktif juga memiliki gangguan kecemasan. Wanita lebih besar kemungkinnya menderita kedua kondisi bersamaan dibandingkan pria.

Orang dengan gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial, memiliki ketakutan ekstrim karena merasa malu atau dipermalukan di depan umum. Kecemasan dan stres tentang situasi sosial begitu kuat hingga mereka menghindarinya sama sekali, yang jelas memiliki efek negatif pada pekerjaan, rutinitas sehari-hari dan hubungan pribadi.

Efek Minuman Beralkohol bagi Kesehatan Tubuh

Tidak mengherankan banyak orang dengan gangguan kecemasan sosial menggunakan alkohol untuk membantu mereka meringankan tekanan mental atau bertahan dari peristiwa yang berpotensi stres. Hal ini akhirnya menjadi bumerang, karena alkohol dapat terasa baik pada awalnya dan meredakan kecemasan sementara, tetapi dapat dengan mudah lepas kendali dan hampir selalu membuat hal-hal buruk dalam jangka panjang.

Menggunakan alkohol sebagai peredam masalah antara orang-orang dengan gejala kecemasan membuat mereka 2-5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan masalah penyalahgunaan alkohol.

Orang dengan gangguan kecemasan disertai alkohol memiliki gejala yang lebih parah daripada mereka yang hanya memiliki kecemasan saja. Penyalahgunaan alkohol dapat mengganggu ketakutan yang berkaitan dengan pengalaman traumatik di masa lalu, sehingga lebih sulit bagi orang untuk pulih dari trauma.

Mencoba untuk mengatasi gangguan kecemasan atau masalah alkohol dapat menjadi upaya seumur hidup bahkan jika hanya menderita salah satu gangguan. Namun karena salah satu gangguan cenderung memperburuk gangguan lain, pasien harus berusaha keras untuk pemulihan jika menderita keduanya. Oleh sebab itu, hindari penyalahgunaan alkohol sebelum terlambat.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon