Selasa, 28 Oktober 2014

Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik

Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Antibiotik merupakan senyawa alam atau buatan untuk menghentikan/menekan proses biokimia dalam tubuh makhluk hidup. Penggunaan antibiotik dapat dikatakan seperti memakan buah simalakama. Antibiotik bisa menjadi benteng yang melindungi kita dari penyakit dari luar, tapi ada kalanya antibiotik harus dikeluarkan dari tubuh kita karena memang bakteri hidup dalam tubuh dapat menjadi resisten terhadap obat, membuat Anda rentan terhadap dan infeksi yang tidak dapat diobati.
Bahkan ketika Anda mengikuti semua rekomendasi resep dokter, kemungkinan besar tanpa disadari ada kontak dengan antibiotik dan bakteri resisten melalui makanan kita. Menariknya, banyak bahan-bahan makanan di sekitar kita yang mengandung antibiotik secara alami, diantaranya sebagai berikut:

Daging Dari Hewan Produsen
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Memang benar bahwa sapi dan ayam biasanya sakit dan memerlukan antibiotik untuk mengembalikan kesehatannya seperti semula. Mengapa penggunaan antibiotik menjadi masalah yang penting? Hhewan, seperti juga manusia mampu mengembangkan bakteri antibiotik resisten ketika terlalu sering diberikan obat-obatan. Pada gilirannya, bakteri dapat menyerang makanan yang dihasilkan oleh hewan-hewan ini, seperti steak, daging sapi dan ayam. Kemudian, bakteri ini bisa membuat sakit orang-orang yang memakannya. Karena sudah resisten terhadap antibiotik membuatnya sulit untuk diobati.
Ada cara untuk mengatasi masalah ini. Selalu pastikan untuk menangani daging mentah dengan hati-hati dan masak sepenuhnya untuk menghancurkan bakteri. Jika membeli, pastikan dalam kondisi sempurna dan memiliki ijin dari DepKes.

Bluberi
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Penggunaan pestisida seringkali dianggap sebagai kejahatan yang diperlukan karena banyak tanaman akan tercabik-cabik oleh hama jika tidak diberi pestisida. Antibiotik merupakan komponen kunci dari banyak pestisida. Blueberry yang terkena pestisida bisa menjadi penyebab dalam kasus ini, atau buah dan sayuran lain yang tumbuh di lingkungan dengan potensi ancaman yang sama. Tentu saja, orang yang memiliki alergi diketahui selalu membawa epinefrin untuk menanggulangi kontak tanpa disengaja.

Susu
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Susu telah mendapat banyak kritik dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan antibiotik. Hanya sebagian kecil dari pengiriman susu di beberapa negara yang positif melebihi tingkat standar antibiotik. Penelitian telah membuktikan adanya obat-obatan dalam susu, dengan setidaknya 20 zat yang aktif secara farmakologi, termasuk antibakteri.
Banyak penggemar susu tidak begitu memperhatikan obat-obatan, hormon dan bahan kimia lain yang sering ditemukan dalam susu, apalagi susu mentah langsung dari peternak sapi perah. Susu mentah adalah salah satu penyebab paling umum dari penyakit bawaan makanan, karena bakteri yang melekat. Susu merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, itulah sebabnya sebaiknya susu dipasteurisasi sebelum diminum.

Madu
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Lebah madu ternyata juga mengalami gangguan kesehatan dari waktu ke waktu. Antibiotik secara rutin digunakan oleh peternak lebah untuk menangani situasi menular dan juga untuk merangsang pertumbuhan. Batas antibiotik dalam madu tidak diatur seketat produk makanan lainnya, mengingat bahwa madu secara tradisional telah digunakan untuk tujuan pengobatan.
Madu juga merupakan antibiotik alami yang sangat terkenal, berkat protein tertentu yang ditambahkan oleh lebah ke dalam campurannya. Protein ini begitu kuat sehingga berpotensi sebagai perawatan luka bakar dan perawatan infeksi kulit.

Bawang Putih
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Bawang putih, yang sangat khas dengan aroma yang menyengat, telah lama diketahui dengan kemampuan alami untuk melawan bakteri. Bahkan, bawang putih dijuluki "penisilin Rusia" selama Perang Dunia II karena dokter lebih memilih bawang putih untuk mengobati penyakit ketika mereka kehabisan resep antibiotik. Penelitian telah menunjukkan bahwa tanaman herbal ini mahir mengelola tingkat bakteri Heliobacter pylori dalam saluran pencernaan. Terlalu banyak H. pylori dapat menyebabkan radang perut, sedangkan terlalu sedikit menyebabkan ketegangan lain pada usus. Kanker perut tersebar hampir di seluruh dunia, dan para peneliti menemukan bahwa orang yang makan banyak sayuran seperti bawang atau daun bawang bawang putih memiliki insiden lebih rendah dari kanker perut.

Jamur
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Untuk orang-orang non-medis, tampaknya sedikit berlawanan beralih ke jamur untuk melawan bakteri. Ternyata, jamur dan sjenisnya memiliki sejarah antimikroba. Bahkan, banyak antibiotik utama, seperti penisilin, tetrasiklin dan streptomisin sebenarnya berasal dari jamur. Jamur menghasilkan senyawa yang membunuh bakteri. Penelitian modern telah mengkonfirmasi kemampuan bakteri melawan jamur.

Kubis
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Kubis merah telah lama digunakan karena kemampuan yang kuat untuk anti-inflamasi dan anti-kanker, tetapi sekarang juga diketahui memiliki kemampuan antibakteri. Penelitian baru-baru ini benar-benar mengungkapkan kubis merah menjadi sangat efektif untuk memerangi bahkan resistan terhadap bakteri.
Sayur kubis sangat disarankan dokter untuk pasien yang berhubungan dengan maag, karena kaya akan asam laktat, yang membantu untuk menjaga tingkat bakteri sehat, dan juga melakukan perlawanan dengan bakteri jahat.

Bawang Merah
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Dimasak atau mentah, bawang merah sangat populer untuk menambahkan rasa banyak makanan di berbagai belahan dunia. Sejarah kemampuan antibiotik yang kuat membuat banyak orang menggunakannya untuk melawan bakteri. Bawang merah mengandung senyawa belerang yang telah terbukri mampu menangkal infeksi, bahkan melakukan perlawanan dengan bakteri resisten. Penelitian juga telah membuktikan khasiat bawang merah terhadap bakteri mulut yang efektif dalam mengelola bakteri yang terkait dengan penyakit periodontal.

Mentega
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Industri produk mentega berkembang hampir di seluruh tempat. Berbagai penelitian medis membahas mengenai faktor risiko dari produk ini. Meskipun mentega memang mengandung beberapa nilai gizi yang mengandung senyawa yang melindungi Anda dari pertumbuhan tumor dan kanker, ada juga mentega yang memiliki antibiotik yang terkandung di dalamnya. Hal ini terjadi karena memang mentega diproduksi menggunakan susu dari sapi perah, yang seperti kita bahas sebelumnya bahwa sapi sangat berhubungan erat dengan antibiotik.

Rempah-rempah dan Herbal
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Antibiotik
Rempah-rempah dapat memberikan efek yang jauh lebih banyak daripada hanya menambah rasa pada makanan Anda. Rempah-repmah juga dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Para ilmuwan menemukan bahwa jenis bawang merah dan bawang putih menewaskan 100 persen bakteri yang kontak langsung dengan rempah, sedangkan thyme, kayu manis dan jintan membunuh 80 persen bakteri. Kunyit, merupakan unsur penting dalam masakan kita berkat rasa yang menyengat dan sifat antibakteri.

Banyak hal di sekitar kita memiliki kegunaan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Jika kita tidak mempelajarinya tentu kita tidak akan pernah tahu. Semoga bermanfaat.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon