Senin, 27 Oktober 2014

Cara Kerja CD dan DVD

Cara Kerja CD dan DVD
Saat ini kepingan CD dan DVD beredar di mana-mana, baik digunakan untuk menyimpan musik, data atau perangkat lunak komputer, mereka telah menjadi media standar untuk mendistribusikan sejumlah besar informasi dalam paket yang handal. Compact disc sangat mudah didapatkan dengan harga yang relatif murah, sehingga tingkat kepopulerannya juga semakin meningkat. Jika Anda memiliki komputer dan CD Writer drive, Anda dapat membuat CD sendiri, berisi semua informasi yang Anda inginkan.

Bahan Dasar CD/DVD
Sebuah CD dapat menyimpan kurang lebih hingga 74 menit data musik. Untuk menyesuaikan data yang berukuran lebih dari 783 megabyte (MB) ke disk yang hanya 12 cm diameter mengharuskan byte individual menjadi sangat kecil. Dengan memeriksa pembuatan fisik CD, Anda dapat mulai memahami betapa kecil byte ini.
Cara Kerja CD dan DVD

Sebuah CD adalah bagian yang cukup sederhana dari plastik, sekitar empat per seratus (4/100) dari ketebalan 1,2 mm. Sebagian besar badan CD terdiri dari sepotong plastik polikarbonat terinjeksi. Selama proses manufaktur, plastik ini memiliki tonjolan mikroskopis yang disusun berurutan secara terus menerus, jalur spiral yang sangat panjang berisi data. Setelah bagian yang transparan dari polikarbonat terbentuk, lapisan aluminium reflektif tipis ditempatkan ke disk, menutupi tonjolan-tonjolan. Kemudian lapisan akrilik tipis disemprotkan di atas aluminium untuk melindunginya. Kemudian label yang berisi tulisan atau gambar dicetak di atas lapisan akrilik.
Cara Kerja CD dan DVD


Sebuah CD memiliki track spiral tunggal berisi jalur data, berputar-putar dari bagian tengah disk hingga ke bagian paling luar. Fakta bahwa jalur spiral dimulai pada pusat disk berarti bahwa CD bisa lebih kecil dari diameter 12 cm. Itulah sebabnya, terdapat CD yang berukuran lebih kecil, biasanya berisi driver/software pendukung suatu perangkat seperti modem, wireless adapter, access point, dll.

Jalur data pada CD/DVD benar-benar sangat kecil dengan lebar sekitar 0,5 mikron, dengan 1,6 mikron jarak antara satu jalur data dengan jalur data lainnya (1 mikron adalah sepersejuta meter). Jalur data berisi tonjolan-tonjolan dengan tinggi sekitar 125 nanometer (1 nanometer adalah sepermilyar meter).
Dimensi yang sangat kecil dari tonjolan membuat jalur spiral pada CD yang sangat panjang. Andai saja kita bisa mengangkat jalur tersebut dan meregangkannya menjadi garis lurus, hal ini akan membentuk jalur dengan lebar 0,5 mikron dan panjangnya hampir 5 km.

Komponen CD/DVD Player
Untuk membaca benda yang sangat kecil ini kita perlu mekanisme yang sangat presisi. CD player memiliki tugas menemukan dan membaca data yang disimpan dalam bentuk tonjolan-tonjolan tersebut pada permukaan CD. Mengingat betapa kecil bentuknya, CD player memiliki perhitungan yang sangat detail. CD/DVD player terdiri dari tiga komponen dasar:
  • Sebuah motor yang memutar disk. Drive motor ini dikendalikan untuk memutar antara 200 dan 500 rpm (row per minute / putaran tiap menit) tergantung pada track yang sedang dibaca.
  • Sebuah laser dan sistem lensa optik untuk membaca tonjolan pada disk.
  • Mekanisme tracking (pelacakan) yang menggerakkan laser sehingga dapat mengikuti jalur spiral. Sistem pelacakan harus mampu bergerak pada resolusi mikron.

Cara Kerja CD dan DVD
Tugas dasar dari CD/DVD player adalah untuk memfokuskan laser pada track yang tepat. Sinar laser melewati lapisan polycarbonate, mengenai tonjolan dan memantulkannya dari lapisan aluminium dan memantul ke arah perangkat opto-elektronik yang mendeteksi perubahan cahaya. Tonjolan  memantulkan cahaya berbeda dan sensor opto-elektronik mendeteksi perubahan reflektifitas. Sistem elektronik dalam drive membaca perubahan reflektifitas untuk membaca bit yang membentuk byte.
Cara Kerja CD dan DVD
Bagian yang paling sulit adalah menjaga agar sinar laser berpusat di jalur data. Hal ini adalah tugas dari sistem tracking/pelacakan. Sistem pelacakan, ketika CD diputar, harus terus bergerak ke sisi luar CD. Karena diameter spiral dari bagian tengah hingga tepi CD berbeda, maka kecepatan sistem pelacakan harus menyesuaikan. Oleh karena itu, ketika laser bergerak ke tepi, motor harus memperlambat kecepatan putaran CD. Dengan demikian, tonjolan yang melewati laser selalu pada kecepatan konstan, dan data yang berasal dari disk memiliki laju yang konstan.

Seperti kita ketahui, DVD memiliki kapasitas yang lebih besar dari CD. Jika CD memiliki kapasitas sekitar 700 MB, DVD bahkan dapat mencapai 4.700 MB (4.7 GB). Dapat kita asumsikan bahwa DVD memiliki jalur spiral yang lebih panjang dari CD, dan tentunya jarak antar jalur dipersempit untuk mengakomodasi data hingga 4.7 GB. Dengan demikian, DVD memili resiko rusak yang lebih besar daripada CD.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon